Tittle : Saranghae U [Short FF]
Cast : Park Jungsoo , Yoon Haejin, KyuMin

“Jungsoo oppa. Kau… apa kau tidak lelah dengan semua ini? Kau terus terlihat penuh semangat didepan para fansmu, padahal kau sedang sakit.. apa yang membuatmu bisa sekuat itu?” tanya Haejin dengan rasa penasaran. Jungsoo tersenyum manis. “Kau, ELF, dan member yang lain.” jawabnya singkat. Haejin menatap kekasihnya itu bingung, tidak menyangka ia akan masuk dalam daftar penyemangat Jungsoo. “Hah? Aku?” tanya Haejin. Jungsoo kembali tersenyum manis, senyum yang selama ini selalu dikagumi Haejin, senyum yang hanya dimiliki seorang Park Jungsoo. Senyum malaikat. Ia menggandeng tangan Haejin, “Ya. Kau memberikanku semangat setiap harinya. Hanya dengan melihat senyummu saja sudah membuat energiku kembali terisi. Bahkan, menatap wajahmu saja membuatku benar – benar bersemangat melakukan sesuatu,” jelas Jungsoo lembut.

“Kenapa begitu? Memangnya wajahku seperti vitamin?” tanya Haejin bodoh. Jungsoo tertawa dengan tawa khasnya. “Anak bodoh. Tentu saja tidak, kau mau tau kenapa?” tanya Jungsoo membuat Haejin mengangguk semangat. “Jam berapa sekarang?” tanya Jungsoo pada Haejin, yang ditanya menatap jam tangannya. “Jam 7 sore,” jawab Haejin. Jungsoo tersenyum manis. “Johta!” ucapnya sambil menjentikan jari tengah dan jempolnya, lalu menarik tangan Haejin menuju lantai paling atas. Jungsoo sengaja membawa Haejin keatas gedung itu karena jam segini pintu itu sudah ditutup. Jadi tidak ada orang, dan kebetulan, Jungsoo sedang membawa kuncinya.

Sampai diatas gedung. “Oppa! Apa yang kau lakukan disini? Ayo kembali!” pekik Haejin sembari menggenggam tangan Jungsoo erat. Phobia dengan ketinggian memang selalu membuat Haejin seperti ini. “Hei, tenang, tenang. Kau tidak akan jatuh. Ini masih jauh sekali dengan pinggir gedung” jawab Jungsoo menenangkan Haejin. “Ayo kesana,” ajak Jungsoo. “Kemana? Kesana? Kepinggir? Kau pasti gila, oppa. Berniat membunuhku ya oppa?” tanya Haejin horor. Lagi – lagi, Jungsoo mengeluarkan tawa khasnya. “Memangnya berjalan kesana saja akan membuatmu mati hah?” tanya Jungsoo, lalu mengajak Haejin berjalan ke pinggir gedung. Haejin mencengkram lengan Jungsoo kencang, mungkin membekas, karena kuku-kukunya. Tapi tidak ada rasa sakit yang dirasakan Jungsoo. Ia hanya merasakan kebahagiaan.

“Oppa, ayo kembali~” pinta Haejin memelas. Jungsoo menggeleng. “Ayolah, kau harus menghilangkan phobiamu itu.” ucap Jungsoo. “Cepat naik ke situ,” suruh Jungsoo sembari menunjuk tembok kecil dipaling pinggir gedung. Haejin menatapnya takut, jantungnya benar – benar ingin lepas. Sebenarnya Jungsoo ini ingin memberitahu alasan atau ingin membunuhnya sih? “Tenang aku akan memegangimu. Aku tidak akan melepasnya,” bisik Jungsoo ditelingan Haejin.

Dengan ragu, Haejin naik ketembok itu dengan mata tertutup. Tubuhnya bergetar. Ia tidak berani membuka matanya sama sekali. “Haejin, jangan tutup matamu,” ucap Jungsoo. Haejin menurut, ia membuka matanya perlahan. Dan saat matanya terbuka lebar, tanpa sadar ia melihat kebawah. TINGGI SEKALI!!! “KYAAA!!!!” teriak Haejin, pegangan Jungsoo hampir lepas. Haejin menutup matanya panik. Apa aku akan mati? Batinnya pasrah. Namun dengan cepat kedua lengan kokoh Jungsoo memeluknya dari belakang dan menariknya kebelakang, sehingga mereka berdua jatuh kebelakang. “Akhh. Hae…jin. Kau… berat,” ucap Jungsoo yang tertindih tubuh Haejin. Haejin membuka matanya. “Oh? Omo! Oppa! Mianhae!!” ucap Haejin panik.

“Tidak masalah,” jawab Jungsoo sembari membetulkan posisinya menjadi duduk didepan Haejin. “Wajahmu pucat sekali?”  ucap Jungsoo sembari menghapus keringat diwajah Haejin dengan kedua tangannya. “Oppa. Jangan pernah membawaku kesini lagi. Aku kapok!” seru Haejin lemas. Jungsoo tertawa kecil. “Kan aku sudah bilang tidak akan melepaskanmu. Tidak usah takut,” ucap Jungsoo. “Tapi apa kau terluka? Tadi aku menindihmu kan? Kau tidak apa – apa?” tanya Haejin khawatir. “Tentu saja sakit! Aku tidak mengira tubuhmu berat sekali!” gurau Jungsoo diringi tawanya. Sementara Haejin hanya mencubit lengan Jungsoo pelan. “Jadi, apa kita bisa kembali sekarang?” tanya Haejin.

Jungsoo menggeleng. “Aku masih belum memberikan jawaban kepadamu kan?” Haejin menggeleng. “Belum, jadi apa jawabannya?” tanya  Haejin. Jungsoo tersenyum penuh arti. “Tunggu disini.” ucap Jungsoo sembari meninggalkan Haejin. “OPPA!” teriak Haejin, namun Jungsoo sudah menghilang dibalik pintu. Oke. Dia tidak bisa bangun kalau tidak dengan Jungsoo. Ia terlalu takut untuk bergerak, untung saja, jarak Haejin dengan tembok tadi cukup jauh. “Haiish! Oppa kejam sekali…” gumam Haejin jengkel. 5 menit berlalu, Haejin gelisah. Kemana Jungsoo? Pikiran negatif muncul dipikirannya. Jungsoo meninggalkannya sendirian disini, tembok ini tiba – tiba retak dan Haejin terjatuh kebawa dan pikiran – pikiran yang lainnya. “Oppa… astaga, dimana dia?” gumam Haejin lagi.

KLIK !
Tiba – tiba saja, lampu yang menerangi tempat itu padam. “OMO! Eotteohke? Jungsoo oppa dimana dia?!” pekik Haejin ketakutan. Masalahnya adalah disana gelap sekali. Haejin tidak bisa melihat karena suasana terlalu gelap. “Jungsoo oppa!”  panggilnya ketakutan. Dan tiba – tiba ia merasa 2 tangan menutup telinganya. Dan 2 tangan lagi menahan kedua tangannya. “KYAAA!!!! LEPASS!!” teriak Haejin berontak. “SIAPA KALIAANN!!” teriak Haejin mulai menangis kencang. “JUNGSOO OPPAA!!” teriak Haejin lagi. Ia tau itu bukan tangan Jungsoo. Lagipula tangan itu ada 4 !! Haejin menangis kencang sembari mencoba berontak. Tetapi tangan kedua orang yang tidak dikenal itu terlalu kuat.

Ditengah – tengah berontaknya. Tangan orang yang menutup kedua telinganya menjauh. Dan terdengar suara alunan piano yang lembut. Haejin terdiam, walaupun masih sesenggukan. Tidak lama, tangan yang menahan kedua tangan Haejin juga dilepas.

A long time ago, from the heavens
There was a plan regarding you
The Lord saw it and said that it was good

More precious than anything in this world

Lampu menyala, dan terlihat Jungsoo memainkan keyboard yang entah darimana asalnya sambil menatap Haejin penuh kasih sayang. Haejin terbelalak.

I carefully created it with my hands
 Be happy through me
For I love you

I love you, I bless you
I give you my love

You wiped my tears, go
You became my happiness, oh
Lord, I love you
For that reason
My prayers fail to cease
This love, prepared from long ago
The strong scent of prayer
Everything here is for you, this blessing

More precious than anything in this world
I carefully created it with my hands
Be happy through me
For I love you

I love you, I bless you
I give you my love

I love you
I love you, forever, I bless you
I give you my love
I give you my love

– Super Junior – Song For You (little edit) –
Jungsoo mengedipkan sebelahnya pada Haejin yang terbengong – bengong. “Bagaimana? Mengejutkan?” tanya Jungsoo sambil tertawa. Haejin mengedipkan matanya, baru sadar. “Oppa! Kau membuatku panik!!” pekik Haejin yang hanya dibalas tawa khas Jungsoo. “Siapa 2 orang tadi?” tanya Haejin menyadari hanya ada mereka berdua disitu. “Kami disini noona…” suara evil yang berasal dari pintu membuat Haejin dan Jungsoo menoleh. Kyuhyun dan Sungmin berdiri dengan cengiran konyolnya. “Sungmin oppa? Kyuhyun-ah?! Kalian bersekongkol!?” tanya Haejin kesal. Kyuhyun, Sungmin, dan Jungsoo tertawa.  Haejin kembali terisak. “HUWAAAAA! KALIAN JAHAAAAT~” isak Haejin. Jungsoo berlari kearah Haejin dan memeluknya. “Mianhae, Haejinie, cintakuuuu. Kan hanya bercanda,” ucap Jungsoo. “Tidak lucu,” isak Haejin.
Jungsoo menatap Kyuhyun dan Sungmin tajam, menyuruh mereka untuk pergi. Dan mereka menurut. Jungsoo melepas pelukannya perlahan. “Haejin-ah,” panggil Jungsoo sembari membantu Haejin berdiri. Jungsoo mendudukan Haejin ditempat duduk didepan keyboardnya, lalu berjongkok didepan Haejin. “Haejin… kau mau tau alasannya?”
Haejin mengangguk cepat.
“Karena… kau adalah kau,” jawab Jungsoo singkat. Haejin menatap Jungsoo dengan matanya yang merah, lalu mengernyit bingung. Jungsoo yang mengerti maksud Haejin tersenyum. “Kau selalu menjadi dirimu sendiri. Yoon Haejin yang bodoh, Yoon Haejin yang manis, Yoon Haejin yang tidak punya rasa romantis, Yoon Haejin yang lucu. Aku menyukai semua itu. Dan itu memberikanku semangat. Dan juga senyummu, wajahmu, matamu. Semuanya, itu memberikanku tenaga untuk melakukan yang terbaik.”
Jungsoo mengambil nafas sembari tersenyum menatap wajah Haejin yang terharu. Ia menggenggam tangan Haejin erat.
“Kau tau? Belakangan ini aku selalu bertanya – tanya, bagaimana kalau kita mempublikasikan hubungan kita saja?” tanya Jungsoo. Haejin melepas pegangannya cepat dengan wajah shok. “Oppa gila ya? Bagaimana kalau aku dibantai ELF?! Aku masih mau hidup oppa! Kau tau sendiri kan ELF itu kalau sudah beraksi menyeramkan sekali?” ucap Haejin panik. Lagi – lagi Jungsoo tertawa. “Tentu saja aku akan memikirkan cara untuk itu. Kau mau?” tanya Jungsoo. Haejin menggeleng cepat. “Tidak, terima kasih. Aku tidak mau ambil resiko, oppa.” jawab Haejin. Jungsoo tertawa (lagi).
“Gwenchana,” jawab Jungsoo lalu menatap mata Haejin serius. Haejin mengkeret ditatap seperti itu. “Ada apa oppa? Ke-kenapa melihatku s-seperti itu?” tanya Haejin bingung. Jungsoo tersenyum lembut. “Mengumpulkan tenangaku kembali,” jawab Jungsoo membuat wajah Haejin memerah.
“Kim Haejin…”
“Hmm?”
“Aku mencintaimu,”
“Aku lebih mencintaimu,”
-END
Mian ya kalau jelek? :))

About haejinelf1315

Super Junior daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s