Besoknya.. -taman- “Hyu,” panggil Yunhee. “Ya?” tanya Hyukjae. “Apa yang membuatmu menyukaiku?” tanya Yunhee sambil menatap Hyukjae. “Hemm.. tidak ada,” jawab Hyukjae. “Ne? Tidak ada?” tanya Yunhee bingung. “Yahh, cinta tidak butuh alasan kan?” Hyukjae menggenggam tangan Yunhee. “Kalau kau? Apa yang membuatmu menyukaiku?” tanya Hyukjae balik. “Aku? Emmm.. kepolosanmu?” jawab Yunhee ragu. “Apa? Polos?” tanya Hyukjae bingung. Yunhee tertawa kecil. “Tampaknya kau tidak menyadari kau sangat polos,” ucap Yunhee. Hyukjae hanya tertawa kecil.

“Yun.. aku merasa kau itu mirip dengan Jang Ji Eun, iya kan?” tanya Hyukjae. “Masa?” balas Yunhee. “Ne! Bahkan kalian sama-sama Jang? Apa kalian kakak adik yang terpisah? Ah, bicara apa aku ini,” ucap Hyukjae sambil memukul pelan keningnya. Lagi – lagi Yunhee tertawa. “Kau polos sekali Lee Hyukjae,” ucap Yunhee sambil mencubit pipi Hyukjae. Mau tidak mau Hyukjae tertawa. “Ehm, Yun..  saranghae,” gumam Hyukjae tapi masih dapat didengar Yunhee. “Kenapa pelan sekali Hyu? Coba ulang lagi,” pinta Yunhee bercanda. “Saranghae,” ulang Hyukjae agak kencang. “Apa???” goda Yunhee. “Saranghae,” ulang Hyukjae lebih keras lagi. “Apaaaa? Aku tidak dengaar..” canda Yunhee. Hyukjae berdiri dari tempat duduknya. “SARANGHAE, JANG YUNHEE. AKU MENCINTAIMU! SANGAT!” teriak Hyukjae kencang. Yunhee terbelalak. “Yaah, Lee Hyukjae kau gilaa?” pekik Yunhee lalu menarik tangan Hyukjae untuk duduk lagi.

Hyukjae tertawa. “Itu kan tanda cintaku,” Yunhee hanya menggelengkan kepala. Dalam hatinya ia merasa bersalah kepada Hyukjae. Mianhae, Hyukjae.. aku terpaksa.. batin Yunhee.

~

Donghae merebahkan dirinya dikasurnya. “Hahh.. maaf Hyukjae. Aku benar- benar minta maaf kali ini. Aku tau kau pasti akan sangat marah denganku. Kau boleh memakiku sepuasnya, kau boleh membenciku seumur hidupmu.. jeongmal mianhada Hyukjae.. ini semua karena aku sangat menyukainya..” ia berkata pada dirinya sendiri. Lalu ia menatap foto keluarga yang dipajang disudut kamarnya. “Eomoni.. abeoji.. maafkan anakmu yang jahat ini.. maafkan aku.. aku terpaksa melakukan ini pada Hyukjae,” lagi – lagi ia berkata pada dirinya sendiri. Dengan air mata yang terus mengalir. “Mianhae..” gumamnya lagi.

~

“Donghae~” panggil Hyukjae saat ia pulang kerumah. Donghae keluar dari kamarnya dengan malas. “Apa?” tanyanya dengan wajah tidak niat. “Yaah, wajahmu itu (-_____-).. Aku ingin bicara sesuatu, boleh?” tanya Hyukjae sambil tersenyum. Donghae bergidik. Bukannya malas diajak bicara. Hanya saja gaya bicaranya itu.. “Kenapa kau seperti ingin menyaeetakan cinta padaku!?” pekik Donghae. Hyukjae tertawa lepas. “Yah, walaupun kalau aku penyuka sesama jenis, aku juga tidak akan jatuh cinta pada ikan teri sepertimu,” ledek Hyukjae. TAAK! Tangan Donghae mendarat mulus dijidat Hyukjae. “Yaiishh, sudah cepat sini. Aku mau bicara,” pinta Hyukjae sambil menarik tangan Donghae kesofa. “Ada apa?” tanya Donghae. “Aku.. ah, aku bahkan tidak percaya aku berkata seperti ini,” gumam Hyukjae. Donghae merinding.

“KAU INGIN MENYATAKAN CINTA YAAA!?” tanya Donghae setengah teriak. “YAA!” Hyukjae melempar Donghae dengan bantal yang menganggur. “Apa yang kau bilang! Aku masih normal!” kesal Hyukjae. Sementara Donghae tertawa keras. “Aku.. apa tidak sebaiknya kita damai?” tanya Hyukjae membuat tawa Donghae berhenti total. “A-apa?? Apa yang kau bicarakan?” tanya Donghae shok. Giliran Hyukjae yang tertawa keras. “Sekarang ekspresimu seperti aku baru saja menyatakan cintaku!” tawa Hyukjae histeris. “YAISH!” jengkel Donghae sambil menjitak Hyukjae. Hyukjae langsung mengontrol tawanya. “Ya, sudah jawab saja pertanyaanku..” suruh Hyukjae. “Tapi.. apa kau serius?” tanya Donghae bodoh. “Tentu saja bodoooh!” kesal Hyukjae. “Oke!” jawab Donghae semangat. “Gomawo.. hyung,” Hyukjae mengecilkan suaranya pada kata – kata terakhir.

“Hah? Apa? Apa katamu? Kau panggil aku apa tadi?” tanya Donghae shok. Hyukjae tertawa keras lalu meninggalkan Donghae sendiri. “Pikir saja sendiri~!~” teriak Hyukjae sebelum masuk kekamarnya Sementara Donghae hanya tersenyum pahit melihat Hyukjae. “Mianhae Hyukjae.. aku pasti akan mengecewakanmu lagi nanti,”

– 2 minggu kemudian.. -rumah Hyukjae-

“Yunhee! Nanti sore kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu jalan – jalan,” ajak Hyukjae sambil tersenyum. Yunhee berfikir. Omo, eotteohke? Aku harus pergi dengan Donghae nanti sore.. gumam Yunhee dalam hati. “Ah, itu, ada acara keluarga nanti, aku tidak bisa.. mian Hyu,” jawab Yunhee berbohong. Hyukjae mengangguk pelan. “Gwenchana.. kalau besok?” tanya Hyukjae. Yunhee mengangguk semangat. “Ne!” jawab Yunhee sambil mencium pipi kanan Hyukjae sekilas. Hyukjae mematung. “Eh?” gumam Hyukjae gugup. Yunhee tersenyum malu, sementara Hyukjae wajahnya sudah benar – benar merah sekarang. “Yaah, Lee Hyukjae. Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Yunhee sambil mencubit pelan pipi Hyukjae. “Ahh, aniya.. itu.. aku hanya.. shok,” ucap Hyukjae sambil berdeham. “Aigoo, paboya!” canda Yunhee sambil menjitak Hyukjae pelan.

son teumsaero bichineun nae mam deulkkilkka deuryeowo..

Ponsel Yunhee berbunyi, Dengan cepat Yunhee membaca caller id di ponselnya. Donghae. Oh tidak, Yunhee harus segera menyingkir. “Hyukjae! Eomma meneleponku, aku akan mengangkatnya dulu,” ucap Yunhee sambil menunjuk kearah belakangnya. Hyukjae mengangguk, lalu Yunhee cepat – cepat kebelakang. “Halo?” sapa Yunhee. “Yun, kita bisa bertemu sekarang? Jadi waktu kita bisa lebih lama,” mohon Donghae. Yunhee berfikir sebentar, lalu melirik Hyukjae. Mianhae Hyuk.. “Ah, oke!” jawab Yunhee semangat, lalu tersenyum. “Okeee, aku tunggu.. annyeong!” ucap Donghae lalu memutus sambungan. Yunhee mengatur ekspresi kesal lalu kembali ke Hyukjae.

“Kenapa Yun? Mukamu gitu amat,” tanya Hyukjae saat melihat Yunhee. “Eomma menyuruhku datang sekarang.. acaranya dipercepat,” jawab Yunhee manyun. Hyukjae tersenyum kecil melihat kekasihnya itu. “Gwenchana, tidak usah seperti itu.. kau pulang saja, ayo aku antar,” ajak Hyukjae. Yunhee buru – buru menolak. “Tidak usah, aku pulang sendiri saja..” tolak Yunhee halus. “Yakin?” tanya Hyukjae ragu – ragu. Yunhee mengangguk. “Aku duluan ya, annyeong jagiya,” pamit Yunhee sambil memberikan wink lalu mengecup pipi Hyukjae. “N..e.. annyeo..ng..” jawab Hyukjae shok. Dia terus memperhatikan Yunhee yang menjauh sampai ia menyadari sesuatu. Itu bukan arah kerumah Yunhee. Lalu ia kemana? Hyukjae berlari mengikuti Yunhee diam – diam.

Ini benar – benar bukan arah rumah Yunhee. Yunhee mau kemana? Apa acara keluarga itu bukan dirumah Yunhee? Lalu dimana? Kenapa ia berangkat sendirian? Hyukjae terus berjalan mengikuti Yunhee sampai ia melihat Yunhee berhenti dan melambai kearah seseorang. Hyukjae mengikuti arah lambaian Yunhee dan ternyata itu.. DONGHAE?! Untuk apa Yunhee bertemu dengannya dengan alasan acara keluarga? Akhirnya, Hyukjae memutuskan untuk mendekat dan menguping mereka. “Yunhee, bagaimana hubunganmu dengan Hyukie?” tanya Donghae. “Baik.. tapi aku tidak baik. Kau tau oppa? Aku sangat tersiksa! Aku tidak mencintai Hyukjae, aku hanya mencintaimu. Tapi kenapa oppa menyuruhku untuk menerimanya?” Yunhee menumpahkan kekesalannya sekarang. Hyukjae tercengang. Jadi.. “Bersabarlah Yunhee.. Kau pasti akan jadi milikku nanti.. saranghae Yun,” Donghae menggenggam tangan Yunhee erat. “Nad-”

“YAA!!!” teriak Hyukjae kencang. Emosinya benar – benar sudah sampai ubun – ubun. Yunhee dan Donghae terbelalak kaget. “KAU!! Ternyata Jang Yunhee! Aku kira kau itu perempuan baik – baik !! Ternyata ini kelakuanmu, HAH!!! DAN KAU ! LEE DONGHAE ! Aku tidak sangka kau sejahat ini !! Percuma aku mengajakmu damai!! INI TIDAK ADA GUNANYA!!” amuk Hyukjae. Yunhee terisak. “Hyu.. mi-” “JANGAN PANGGIL AKU DENGAN PANGGILAN ITU!!” teriak Hyukjae kejam. Rasa sayangnya berubah 100 derajat menjadi benci. Cish, ia kira Donghae akan menjadi hyung yang baik baginya. Tapi ternyata ini! Ini balasannya! “Hyukjae.. mianhaeyo.. aku.. tidak ingin membuatmu kecewa.” jawab Yunhee jujur. Hyukjae menunduk, meredam emosinya. Setelah emosinya agak mereda, ia mendongakan kepalanya.

“Sudahlah. Selamat untuk kalian. Dan juga, selamat tinggal,” ucap Hyukjae lalu pergi meninggalkan mereka berdua tanpa memperdulikan panggilan mereka berdua. Selamat tinggal Hae, Yunhee, dan Korea.

~Incheon Airport~

Hyukjae memutuskan untuk pergi keluar negri. Pergi jauh – jauh dari mereka. Melupakan semua yang terjadi di Korea. “Para penumpang United Airlines tujuan Los Angeles, silahkan masuk ke ruang tunggu..” Hyukjae mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum kecil, lalu berdiri dari tempat duduknya. Dengan cepat ia menarik kopernya lalu cepat – cepat pergi keruang tunggu. Aku harus melupakan semuanya.. memulai yang baru.. selamat tinggal Lee Donghae, Jang Yunhee.. semoga kalian bahagia.. ~LAX Airport~ Akhirnyaaaa.. Hyukjae keluar dari pesawat dengan perasaan bahagia. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu menekan beberapa nomor. “Siwon-ah! Kau dimana? Kau tau temanmu yang sangat tampan ini kelelahan,” gurau Hyukjae saat telepon diangkat. “Mwoya? Dasar gila kauu, hahaha. Aku diluar bandara, cepat keluar.” pinta Siwon lalu mematikan Hyukjae. “Yaa-” “Aish, manusia ini~” kesal Hyukjae lalu berjalan kearah luar bandara. Ia melongok ke kanan dan kiri sampai ia menemukan sosok manusia yang dicarinya. “Ya! Siwonie!” panggil Hyukjae.

Orang yang merasa dipanggil itu menoleh. “Oh, hai Hyukjae!” balas Siwon sambil melambaikan tangannya dengan gaya coolnya. Hyukjae berjalan menghampiri Siwon yang berdiri sambil tersenyum kearah Siwon. “Wonnie, ka-” “Hey, aku harus memberitahumu satu hal.” potong Siwon. “Apa?” tanya Hyukjae bingung. “Jangan pernah memanggilku Wonnie. Orang – orang akan mengira kita adalah sepasang kekasih,” jawab Siwon membuat tawa Hyukjae meledak. “Oh yang benar saja!” ucap Hyukjae disela- sela tawanya. Siwon menepuk keningnya, jengkel. “Eh, ngomong- ngomong, Donghae hyung, apa kabar dia?” tanya Siwon. Hyukjae menghela nafas. Anggap saja tidak ada apa – apa Hyuk.. batinnya. “Dia baik – baik saja!” jawab Hyukjae. Siwon mengangguk mengerti. “Sudah ayo cepat ke apartemen-mu. Aku benar – benar lelah..” pinta Hyukjae.

~ siwon’s apartement-

“Siwon-ah! Kau punya susu strawberry?” tanya Hyukjae. Siwon mengangguk. “Ada banyak dikulkas,” jawab Siwon sambil menunjuk ke kulkas. Hyukjae berjalan menuju kulkas dan mengambilnya. “Eh, memangnya kenapa kau tiba – tiba pindah ke L.A? Kau ada masalah di Korea?” tanya Siwon. Hyukjae menghela nafas lagi. “Aku akan menceritakan semuanya.. tapi setelah ini jangan pernah bahas tentang ini lagi, oke?” ucap Hyukjae. Siwon mengangguk, tanda setuju. “Jadi begini…” Hyukjae menceritakan semua dari awal, selesai bercerita, Siwon menatap Hyukjae iba. “Bersabarlah Hyuk, yaaah, mungkin ini yang terbaik-”

“Siwon!”

Suara perempuan yang berasal dari luar pintu itu sontak membuat mereka menoleh.

TBC..

About haejinelf1315

Super Junior daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s