Tittle : Jeongmal Saranghae
Tags : Kim Hee-Chul, Super Junior
Genre : Romance, Humor
By : Haedictator (Gabbriella)

Han Soon-Hee POV

Hm, kenapa hari ini aku merasa sangat bahagia? Aneh, senyumku terus mengembang tanpa bisa kuhentikan dari tadi.

“Soon-Hee, kau kenapa? Sakit? Kenapa tersenyum terus daritadi?” tanya Tae-Yeon, sahabatku. “Huh? Tidak tahu, senyumku mengembang sendiri, tanpa bisa kuhentikan. Hari ini aku merasa bahagia sekali, apa yang akan terjadi ya hari ini?”

Tae-Yeon tertawa. “Aneh. Mungkin hari ini kau akan ditembak atau kau akan dapat surprize atau kau akan dapat iPad dari eommamu”

“Tunggu, tunggu. Ditembak? Ditembak siapa?” tanyaku. “Oleh seseorang yang kau suka dari tahun kemarin,” ucapnya sambil tersenyum penuh arti kearah pintu.

Aku juga ikut – ikutan menoleh kepintu. Omo~ Hee-Chul? Mukaku seketika berubah menjadi merah padam saat dia tersenyum kearahku. “Kalau itu benar terjadi, mungkin bibirmu akan robek karena senyummu terlalu lebar,” goda Tae-Yeon sambil tertawa. Aku hanya tersenyum malu – malu.

“Soon-Hee!” panggil seseorang dari belakangku. Aku menoleh, seketika tubuhku serasa beku. “Annyeong,” sapanya ramah. “A-annyeong,”

“Ehm… kau… aku mau bicara denganmu,” ucapnya sambil tersenyum, lalu menarikku ketaman belakang sekolah yang sepi. Jantungku berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya.

“Soon-Hee,” panggilnya pelan. “Ya?”

“Aku…” dia mulai menggenggam tanganku. “Sebenarnya, aku ingin memberitahumu tentang ini dari kemarin – kemarin… tapi, aku belum berani. Jadi, hari ini, aku memberanikan diri untuk mengatakannya padamu,”

“Saranghae,” ucapnya membuatku mematung. Air mataku turun begitu saja. “Oh? Ada apa? Ada yang salah dengan bicaraku?” tanyanya panik. Aku menggeleng. “Nado saranghae,”

Dia tersenyum manis, lalu memelukku erat. Aku balas memeluknya.

“Aku pulang~” teriakku sambil melempar tasku kesembarang arah. Lalu berputar – putar sendiri sambil tersenyum. “Hei, Han Soon-Hee, kau kerasukan ‘kah?”

“Oh? Han oppa, aku senang sekali hari ini!!” ucapku sambil terus berputar – putar. “Ada apa?” tanyanya. Aku  mendekat lalu membisikan sesuatu padanya. “Rahasia~”

Aku kembali berputar – putar sambil masuk kekamarku dan mengunci pintunya lalu berteriak. “HAN-KYUNG OPPA KALAH!!!!” dan tertawa.

“Mwohae? Kalah? Memang aku sedang bermain game? Kau kenapa sih? Dapat nilai bagus? Makanya nilai dibagusin jadi nggak sekatro ini kalo dapet nilai bagus,”

“Nggak ada hubungannya sama nilai siih, weeeeek!” ledekku sambil terus tersenyum. Hm, hari ini memang membuatku benar – benar bahagia. Hahaha.

Ini sudah dua minggu aku dan Hee-Chul pacaran. Ah~ bahagianya diriku… “Soon-Hee!” panggil seseorang dibelakangku, suaranya sangat kukenali. Aku menoleh dan tersenyum,

“Hei, kau pulang dengan siapa?” tanya Hee-Chul. “Oppa ada urusan, jadi aku pulang sendiri,” jawabku. “Kalau begitu… pulang denganku, aku tidak mau kau kenapa – napa dijalan,”

“Huh? Arasseo,” jawabku. Dia menggenggam tanganku erat. Aku balas menggenggam tangannya lebih erat. Hee-Chul juga mengeratkan genggamannya. Begitu juga denganku. Kami saling mengeratkan genggaman kami sambil tertawa.

-Play : Mariah Carey ft. Luther Vandross – Endless Love-

“Hei, kau tahu rumah itu?” tanya Hee-Chul sambil menunjuk salah satu rumah kosong yang menyeramkan. Aku menggeleng. Bulu kudukku sudah berdiri dari tadi. Hee-Chul berbicara lagi dengan suara berbisik yang membuatku lebih merinding. “Katanya… didalam rumah itu… ada hantu bermata hitam yang matanya mengeluarkan dar-“

“HEE-CHUL!” teriakku ketakutan. Hee-Chul terkikik, lalu merangkulku. Kau tahu apa rasanya dirangkul Hee-Chul? Hangat. Hahaha. “Hei, jangan bilang, kau takut dengan cerita – cerita seperti itu,” godanya.

“Tidak. Aku berani, sangat sangat berani!” ucapku jengkel sambil menggembungkan pipi. Hee-Chul tertawa. “Mian, aku pikir kau tidak takut,” ucapnya sambil mengacak rambutku.

“Hei, sebagai permintaan maafmu, traktir aku jajangmyeon,” ucapku. “Mwoya? Hmm, kalau itu mah maumu,” ucap Hee-Chul. Aku hanya tertawa. “Ppali, aku lapar,”

“Sudah kenyang ‘kah nona rakus?” tanyanya sambil tertawa. “Mwohae? Kau pikir kau tidak rakus?” ucapku jengkel. Dia hanya tertawa. “Kalian pasangan baru, ya?” tanya seorang nenek – nenek yang tiba – tiba muncul disebelah kami.

Aku dan Hee-Chul saling berpandangan, “Ani, aku tidak kenal dengan dia,” ucap Hee-Chul membuatku tersentak. “Ya, aku juga tidak kenal dengan dia, hanya kebetulan duduk berdua,” tambahku.

“Tapi, tadi sepertinya, kalian berbicara,” ucap nenek itu lagi, “Hm? Tadi, tadi kami menelepon seseorang,” ucapku. “Oh? Benarka-” “Haelmoni!” teriak seorang gadis kecil sambil berlari kearahku dan Hee-Chul.

“Haelmoni sedang apa disini? Eomma menunggu, kajja, onnie, oppa, maaf mengganggu waktu kalian,” ucap anak itu. Aku dan Hee-Chul hanya tersenyum.

Aku menatap Hee-Chul sambil menahan tangis. “Aku… oppa sudah menunggu dirumah, aku harus pulang,” ucapku sambil keluar dari restoran itu.

Air mataku tumpah saat aku keluar dari restoran itu. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? “Soon-Hee! Han Soon-Hee!!” teriak Hee-Chul dari belakang. Cih, masih bisa memanggilku Soon-Hee? Keterlaluan.

“Soon-Hee!!” teriaknya sambil menggenggam tanganku. “Mianhae,” ucapnya lirih. “Untuk apa? Kau tidak kenal denganku ‘kan?” tanyaku dengan suara bergetar.

Hee-Chul memelukku dari belakang. MEMALUKAN! Untung disini sepi. “Mianhae, aku hanya tidak ingin orang tahu kita pacaran,” ucap Hee-Chul lirih.

“Tidak mau orang tahu kita pacaran, lalu memelukku seperti ini?” tanyaku sambil terkekeh. Dia langsung melepas pelukannya. “Mian,” ucapnya sambil menunduk.

“Gwaenchana,” ucapku sambol tersenyum. “Aku tidak marah lagi, sepertinya aku tidak bisa marah padamu,” ucapku sambil tertawa. “Jinjja?” tanyanya sambil menatapku dengan puppy eyesnya.

Aku mengangguk, “Uwwaaaa, saranghae!” teriaknya sambil memelukku erat. “Kalau begini, sepertinya aku punya ide, kutarik kata – kataku yang tadi!” ucapnya sambil menarikku kerestoran tadi.

“Ya!” teriakku.

Dia membuka pintu restoran itu dengan kencang. Semua pengunjung sekarang melihat kearah kami. “Yeorobun!! Perkenalkan! Pacarku yang tercinta! Han Soon-Hee! Kupastikan aku mengundang kalian diacara pernikahan kami!!” ucapnya sambil tertawa.

Aku menatapnya tidak percaya. Lututku lemas seketika saat semua orang direstoran itu bertepuk tangan keras. Ada juga yang menyanyikan lagu ‘Congratulation’ untuk kami.

“HEE-CHUL!!”

“Hahaha,”

THE END

About haejinelf1315

Super Junior daebak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s